BEGINI PERSYARATAN MENDAPATKAN IZIN EDAR DARI BPOM

 

 

 

Izin Edar Alat KesehatanProduk obat, kosmetik, dan makanan yang akan dijual harus melalui serangkaian uji lab dan verifikasi dokumen sebelum ditetapkan layak dan menemukan izin edar. BPOM telah menyiapkan serangkaian persyaratan yang wajib diisi produsen dan importir guna meyakinkan produk yang akan dijual berkualitas, aman, dan pantas dikonsumsi.
Hingga ketika ini pencatatan produk makanan dan minuman dari semua Indonesia melulu dapat ditangani langsung oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, yaitu Badan POM, dan tidak dapat diwakilkan di lembaga perwakilan POM daerah.
Sebelum membicarakan proses dan persyaratan pencatatan produk, terdapat baiknya untuk memahami jenis nomor pencatatan yang berlaku. Sejauh ini terdapat tiga nomor pencatatan izin edar yang diberlakukan guna produk, yakni:
• Nomor SP (Sertifikat Penyuluhan): nomor pencatatan yang diserahkan kepada pengusaha kecil dengan modal dan pengawas dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kotamadya.
• Nomor MD: diserahkan produsen bermodal besar yang dapat memenuhi kriteria kualitas dan ketenteraman produk yang diputuskan pemerintah.
• Nomor ML: diserahkan untuk produk impor, baik berupa kemasan langsung maupun yang dikemas ulang.

Adapun sejumlah tahapan pencatatan produk guna mendapatkan izin edar meliputi:
Pendaftaran Produk Secara Manual
Input data perusahaan dan spesifikasi produk dapat dilaksanakan baik secara manual maupun digital. Pada pencatatan manual, sejumlah persyaratan berkas yang mesti diisi terdiri dari:
• Fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
• Berkas pribumi hasil uji laboratorium yang bersangkutan dengan produk dan terdiri dari klaim gizi, zat yang dianggap pada label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Hasil analisa lab itu berlaku sekitar enam bulan.
• Rancangan label cocok dengan yang bakal diedarkan sekaligus misal produknya.
• Formulir pencatatan yang telah dipenuhi lengkap. Formulir pencatatan tersebut dapat didapatkan di unsur Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan Badan POM.

Sementara itu, berlaku persyaratan yang bertolak belakang untuk pencatatan izin edar produk luar negeri. Beberapa persyaratan berkas yang mesti diisi yakni:
• Salinan Surat Penunjukan dari negara asal.
• Health Sertificate (izin dari departemen kesehatan negara asal).
• Hasil uji laboratorium.
• Label berwarna.
• Sampel produk paling tidak tiga buah.
• Data komposisi dan spesifikasi produk.
• Salinan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Angka Pengenal Importir (API).

Pendaftaran Produk Secara Online
Untuk mengerjakan registrasi produk secara online, Anda bisa mengakses layanan e-Registration. Berikut tahapan pendaftaran produk melewati platform e-Registration:
• Sebelum mengikutsertakan produk, pastikan perusahaan Anda sudah terdaftar di layanan online BPOM guna dapat mengakses e-Registration Pangan maupun Bahan Tambahan Pangan (BTP). Jika perusahaan Anda sudah terdaftar di laman e-BPOM, Anda bisa langsung memenuhi data produk yang bakal didaftarkan.
• Untuk mengikutsertakan produk, pilih menu Registrasi, Pengajuan Dokumen, dan isi data registrasi produk.
• Setelah itu, isi susunan komposisi tabel. Data isian komposisi yang sudah dimasukkan masih dapat diolah atau dihapus sekitar belum menginjak tahap verifikasi.
• Setelah memasukkan data komposisi produk, klik tombol Hasil Analisa. Barulah kita dapat mengerjakan proses entry data hasil analisis produk.
• Simpan hasil analisis produk. Setelah semuanya tersimpan, klik tombol Informasi Gizi dan masukkan data informasi gizi produk kita .
• Langkah selanjutnya sesudah memasukkan informasi gizi ialah Klaim Produk.
• Setelah seluruh data telah dipenuhi dan file-file yang di kriteriakan sudah dikirim, Anda bisa melanjutkan proses registrasi dengan mengantarkan data pada verifikator.

Itulah sejumlah persyaratan yang mesti diisi perusahaan guna mendaftarkan produk dan menemukan izin edar. Semoga bermanfaat!

 

 

Leave a Comment